Mantan Ketua DPRD Pimpin KNPI Kabupaten Kupang

  • Bagikan

Oelamasi_KlikNTT.com- Sebagai mantan ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kupang selama I Periode, dan akhinrnya terpilih sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Daerah yang sama.

Hal ini terbukti lewat Musyawarah Daerah (Musda) yang berlangsung Jumat,(02/10) pagi di Aula Yayasan Alfa Omega Tarus, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang yang dipimpin oleh Jhon Liem.

Sebelumnya sebanyak Empat orang yang mendaftar sebagai Calon Ketua KNPI, dan diminta untuk menyampaikan Visi Misi. Namun, dari Empat kandidat itu, Dua mengundurkan diri yaitu, Arif Metan Bait (AB) dan Yandri Hendrik.

Sehingga, Joseph Lede dan Jefta Sabaat yang bersaing untuk menduduki lembaga tersebut.  Pemilihan pun berlangsung yang dipimpin Jhon Liem menggunakan hak prerogatifnya, memberi ruang bagi kedua calon untuk mencari suara atau dukungan.

Dari hasil dukungan tersebut, pemilihan pun mulai berlangsung dan akhirnya Joseph Ledea terpilih menjadi Ketua DPD KNPI Kabupaten Kupang menggantikan Jhoni Oetemosoe dengan perolehan 7 suara, sementara Jefta Sabaat memperoleh 4 suara, dan yang lainnya abstein dalam pemilihan Ketua KNPI.

Joseph Lede pada kesempatan tersebut menyampaikan Visi Misi mengatakan Momen ini merupakan momen untuk menjalin Sillahturahmi dengan Muda-mudi di Wilayah Kabupaten Kupang. Dirinya merasa terpanggil, dan Ia mengambil keputusan maju menjadi calon Ketua KNPI.

Mantan Ketua DPRD Kabupaten Kupang dari Partai Gerindra ini menguraikan bahwa menjadi Ketua KNPI itu seperti ada suatu beban, sehingga dirinya akan bertanggung jawab untuk bersama mebangun Bangsa dan Negara dari Kabupaten Kupang.

“Banyak hal yang ada di kabupaten kupang dan apa yang disampaikan pendiri bangsa, bahwa masa depan bangsa ini ada di tangan pemuda”, jelas Lede

Lebih lanjut, Ia akan membuka diri dan berkomunikasi dengan semua element pemuda termasuk para Senior KNPI untuk bagaimana menjalankan Program KNPI Kabupaten Kupang kedepan dengan baik.

Karena, Kasus TKI/TKW di wilayah Kabupaten Kupang yang menjadi korban ini adalah mayoritas para Remaja. “Hal ini memang terbukti namun pemerintah terkesan diam dan membiarkan hal itu terjadi, karena tidak ada anggaran untuk membina para pemuda”, contoh Lede.

Tambahnya, untuk menjalan apa yang telah  disampaikan karena, KNPI memiliki Kemitraan yang jelas dengan Pemerintah, tinggal bagaimna berkomunikasi dan bekerja sama yang baik. Serta ia ingin mengangkat kembali isu pembentukan Gugus Tugas penanganan TKW/TKI. Karena alasananya lebih baik mencegah dari pada pengobatan atau menyelesaikan kasus.

Sementara, Yefta Sabaat walaupun tidak terpilih, namun dalam pemaparan Visi dan Misi mengatakan, ia akan membangun organisasi yang responsif, terutama masalah Pendidikan. Lanjut mantan aktivis GMKI itu, bahwa ketika Ia memimpin KNPI, maka dirinya akan membangun kolaborasi dengan semua organisasi pemuda. Ia juga akan mebangun komunikasi dengan semua stakeholder baik pemerintah maupun swasta. (***)

  • Bagikan