Ratusan Babi di Mabar Mati Mendadak, Ini Penyebabnya

0
62

Ket Foto : Istimewa

Labuan Bajo_KlikNTT.Com_Sebanyak 526 ekor ternak babi di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) mati mendadak, terhitung sejak Agustus 2020 hingga Oktober 2020.

Demikian disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Manggarai Barat, drh. Theresia P. Asmon, Jumaat (30/10/2020).

Kematian ratusan ekor ternak babi tersebut, akunya, diakibatkan oleh bakteri Streptococcus. Adapun gejala klinis yang muncul dari bakteri tersebut adalah demam, tidak makan, dan babi mati secara mendadak.

Menurut Ney Asmon, sapaan drh. Theresia P. Asmon, wabah bakteri tersebut tidak muncul begitu saja pada suatu tempat. Ia menular melalui pakan, air, dan peralatan dari babi yang sakit, yang digunakan peternak.

“Bakteri ini, penularannya muncul karena terkontaminasi oleh makanan, air, peralatan pengolahan makanan yang sudah digunakan sebelumnya dari babi yang sakit. Masyarakat juga jangan panik dengan persoalan ini, ketika babinya sudah ditangani petugas, jangan lagi dijual. Sebab, itu dapat menyebabkan penularan bakteri ke babi lainnya”, jelas Ney Asmon.

Bertolak dari fenomena ini, Kadis Peternakan Mabar, Ney Asmon mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang beternak babi, agar selalu memberikan informasi kepada petugas peternakan dengan cepat, apabila babi peliharaan mengalami sakit.

“Kami sangat mengharapkan, bagi masyarakat yang beternak babi untuk memberikan informasi secara cepat kepada petugas, apabila melihat hewan peliharaan sakit. Agar dengan cepat kami bisa memberikan pertolongan, karena bakteri tersebut dapat dicegah dengan pemberian antibiotik, dan untuk sekarang ini juga, belum ada vaksin untuk membasmi bakteri ini”, ungkapnya.

Menyebar di 10 Kecamatan

Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Mabar menerangkan, bahwa berdasarkan penelusuran petugas Peternakan Mabar hingga Jumat (30/10/20), bakteri Streptococcus sudah menyebar di 10 Kecamatan di Kabupaten Mabar.

Adapun rincian nominal kematian ternak babi akibat bakteri tersebut di 10 Kecamatan itu, adalah sebagai berikut:

Kecamatan Lembor 120 ekor, Lembor Selatan 185 ekor, Welak 100 ekor, Sano Nggoang 42 ekor, Komodo 35 ekor, Boleng 3 ekor, Macang Pacar 11 ekor, Pacar 8 ekor, Kuwus Barat 8 ekor, Kuwus 14 ekor.

“Jadi ini merupakan data sementara yang terlapor ke kami petugas peternakan sampai dengan hari ini Jumat (30/10/20). Sementara dua Kecamatan lainnya, Ndoso dan Mbeliling belum ada laporan”, terang Ney Asmon.

Penulis : Rudi Haryatno