Desa Migran Produktif, ‘Menaker Kunjungi Desa Buraen’

  • Bagikan

Oelamasi_KlikNTT.com- Dalam rangka Temu Inspiratif Penguatan Desa Migran Produktif (Desmigratif) Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI, Ida Fauziyah mengadakan kunjungan kerja di Desa Buraen, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, Jumat(13/11).

Kedatangan Menaker, Ida Fauziyah diterima langsung oleh Bupati Kupang, Drs. Korinus Masneno didampingi Wabup Kupang, Jerry Manafe dan Masyarakat Desa Buraen.

Dalam sambutannya Menaker RI, Ida Fauziyah mengatakan, pentingnya penguatan Desmigratif di Desa-desa yang ada di Indonesia khususnya yang ada di Provinsi NTT.

NTT merupakan salah satu Daerah pengirim Tenaga Migran di Indonesia dan memberikan banyak devisa bagi Negara. Namun masih perlu dilengkapi dan dipersiapkan kualitas pekerja secara baik. Diungkapkan Ida, Dirinya saat dilantik menjadi Menaker RI sudah memiliki kerinduan untuk hadir dan mengunjungi NTT dan memberikan penguatan disini.

“Di kota Kupang saya sudah beberapa kali datang, namun di Kab. Kupang ini merupakan kunjungan pertama saya. Disini sangat bangga dengan adat, budaya dan penyambutan antusias masyarakat. Meski geografisnya luas, Saya melihat ada masa depan yang luar biasa di Kab. Kupang,” Ungkap Ida.

Dikatakannya Kabupaten Kupang dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengembangan Desmigratif, meski dengan dana yang sedikit, namun dapat dimaksimalkan dengan sangat baik, dan ini sangat luar biasa baik.

Menjadi TKI bukan sesuatu yang salah, karena pekerjanya tentu ingin meraih hidup yang lebih sejahtera. Namun hal penting yang perlu diperhatikan ialah pergi ke luar Negeri harus dengan kompetensi.

Pekerja Migran Indonesia perlu berangkat dengan kualitas dan kompetensi yang baik, dan harus dengan cara yang legal sesuai aturan perundang-undangan. “Jangan Sekali-kali PMI pergi ke Luar Negeri tanpa Kompetensi. Ikuti protokol dan prosedur Pemerintah,” Tegasnya.

Dirinya yakin dengan berangkat secara legal, CPMI akan lebih aman berkerja, menerima perlindungan dan bisa pulang dengan sejahtera.

Ida sangat berharap melalui program Desmigratif ini masyarakat akan mendapatkan informasi yang benar dan dapat berkerja dengan baik di Luar Negeri dengan kompetensi yang baik.

“Mari kita berkerjasama Pempus dan Pemda serta masyarakat, jangan biarkan oknum jahat mengirimkan tenaga kerja kita tidak sesuai prosedural dan akhirnya merugikan kita sendiri,” Pesannya.

Bupati Kupang Korinus Masneno dalam sambutan selamat datangnya mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan perhatian yang diberikan oleh Menaker Ri Ida Fauziyah.

Dikatakan Masneno kehadiran Menaker di sini merupakan bukti kehadiran negara dalam mensejahterakan dan menolong masyarakatnya.

Kabupaten Kupang merupakan salah satu Kabupaten yang mendapatkan dukungan program Desmigratif yakni tahun 2017 di Desa Camplong 2 di Kec. Fatuleu dan Kel. Buraen Kec. Amarasi, Sementara tahun 2018 terintervensi Desa Oeletsala Kec. Taebenu dan Desa Merbaun Kec. Amarasi Barat.

Bantuan yang diberikan Kemenaker jelas Masneno telah memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat yang lebih baik.

Upaya menyeimbangkan peluang kerja dan pertumbuhan penduduk di Kab. Kupang lewat program revolusi 5 P yakni berkerja secara revolusioner pada bidang Pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan pariwisata.

Berbagai upaya juga dilakukan untuk mendukung CPMI yang berkualitas dengan pembangunan balai latihan tenaga kerja, tempat workshop, balai latihan komunitas Alfa Omega hingga sosialisasi prosedural berkerja secara legal di LN. (Humas Kab. Kupang-Boy)

  • Bagikan