Polemik Bantuan Bencana Seroja di Merbaun, Okto Tahik ‘Kita Harus Bersyukur’

  • Bagikan

Oelamasi_KlikNTT.com- Berkaitan dengan Polemik yang terjadi di Desa Merbaun, Kecamatan Amarasi Barat sebagai mana sempat menjadi buah bibir Publik kini terjawab dan terselesaikan dengan baik.

Pemerintah Kabupaten Kupang melalui Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah Kabupaten Kupang, Oktovianus Tahik tampil dengan suasana yang tenang terkait postingan salah satu Pengguna Accun Fb @Efradus Loppies yang terkesan menyudutkan Pemerintah dalam penanganan Korban Bencana Siklon Tropis Seroja di Kecamatan Amarasi Barat beberapa hari lalu.

Postingan itu membuat gerah banyak orang serta menjadi menjadi bahan cerita publik setelah difollow up oleh beberapa media On line dan Televisi.

“Tidak ada yang salah dengan postingan itu, karena itu kenyataan. Bersyukur, karena informasi itu baru kita tau”, kata Tahik dengan tenang dalam pembagian bantuan kepada korban bencana yang mengalami rumah rusak berat, sedang maupun rusaknringan di kantor Desa Merbaun kecamatan Amarasi Barat Rabu (21/04) siang.

Ia menjelaskan, sifat bantuan pertama itu untuk tanggap darurat. Sehingga yang mendapatkannya yakni korban yang tempat tinggalnya hanyut atau hilang sehingga menumpang dengan orang lain atau nginap di bass camp pengungsian.

“Kita dahulukan Saudara/Saudari yang rumah hanyut atau rusak berat dan mengungsi”, ujarnya.

Ia meminta Camat Amarasi Barat melanjutkan pembagian beras dan mie instan yang ada di posko Bencana Siklon Tropis Seroja kepada masyarakat yang mengalami musibah.

Camat Amarasi Barat, Chornelis Nenoharan mengatakan postingan itu baik untuk evaluasi.

“Memang itu kelemahanan Kepala Desa menjelaskan kepada para Kepala Dusun dan RT–RW bagaimana makna dari tanggap darurat itu sendiri sehingga terjadi pembagian untuk mereka yang tidak berada di Camp”, kata dia.

Menurut dia bantuan darurat pertama itu hanya untuk yang di camp pengungsian, namun dibagi untuk 166 KK korban bencana.

“Sehingga kurang di situ. satu kk hanya dapat mie 1 bungkus, dan telur 1 butir, serta beras 1 kg”, terangnya

Ia menambahkan, khusus di Desa Tunbaun terjadi longsor yang menghanyutkan 14 rumah dan puluhan luka-luka.

“Dan secara umum terjadi kerusakan bangunan baik rusak berat, sedang maupun ringan”.

Penjabat Kepala Desa Merbaun, Yahya Otemusu mengatakan, postingan tersebut muncul karena ada miskomunikasi antara Pemerintah Desa dan Masyarakat.

“Jadi karena kurang pemahaman oleh karena itu kami pemerintah desa tidak menganggap itu masalah”, jelas Otemusu.

Menurutnya, ke depan setiap bantuan harus disosialisasi kepada masyarakat untuk diketahui. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada Pemerintah Kabupang atas kejadian ini.

“Kalo saat itu semua korban tinggal satu tempat (posko) maka postingan itu tidak akan muncul karena memang bantuan darurat itu untuk korban di pengungsian”, jelasnya.

Jika dilihat dari sisi positif ada nilai tambah bagi Pemerintah. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada Pemerintah Kabupaten Kupang.

“Dengan adanya ini, saya penjabat kepala desa mewakili masyarakat desa merbaun menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya”, ungkap Otemusu.

Tokoh masyarakat Desa Merbaun Daniel Naisanu mengatakan, bencana Seroja ini yang pertama Ia alami selama hidupnya.

“Selama hidup saya baru alami yang begini. Dan ada postingan tidak baik buat nama kabupaten kupang sudah sampai ke mana-mana. Terimakasih kabupaten Kupang sudah perhatikan kami. Ada beras 1kg sampai ke kami”, ujarnya

Tambahnya, postingan itu datang dari Desa Merbaun karena tidak ada sosialisasi.

“Tidak ada informasi harus berkumpul di camp. Postingan itu harus dipahami”, pungkasnya.

Sementara Pemilik Accun FB @efradus Loppies, Efer Loppies kepada media dikediamannya mengatakan, apa yang dia lakukan hanya sebagai informasi kepada Pemerintah tanpa maksud melecehkan pihak mana pun.

“Karena fakta jadi harus disampaikan. Terima kasih karena setelah postingan saya itu, ada perhatian dari Pemerintah”, ungkapnya singkat. (***)

  • Bagikan