Area Rumah Sakit Daerah Aeramo Jadi Tempat Berlindung Bagi Kambing Milik Warga

0
86

Nagekeo, Klikntt.com_Kompleks rumah sakit yang biasanya identik lingkungan sehat, bersih, indah dan nyaman. namun kenyataan berbeda dengan Rumah Sakit Daerah (RSD) Aeramo, Kecamatan Aesesa,Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.dimana area sekitar Rumah sakit malam menjadi Tempat Berlindung bagi kambing milik warga sekitar(Jumat,23/04/2021).

Keberadaan kambing di kompeks RSD Aeramo, kerap saja dikeluhkan para pengunjung, pasien sekaligus tenaga medis lantaran tanaman hias yang mewarnai sekitar lingkungan RSD kini berubah dengan hiasan kotoran kambing dan mengeluarkan aroma tidak sedap.

Rasa nyaman sangat dibutuhkan oleh pasien yang sedang menjalani perawatan, saat ini tidak menjadi jaminan di RSD ini setelah kawanan ternak kambing menguasai koridor dan lorong-lorong rumah sakit tipe C itu.

Kawanan kambing yang sengaja dilepasliarkan pemiliknya tersebut berjubel di selazar, di depan ruang rawat inap, ruangan bersalin bahkan hingga ke ruangan ICU dan Operasi.

Hewan ternak ini membuang kotorannya dan kencing sembarangan di atas lantai tehel koridor rumah sakit.

“Itu Om lihat saja sendiri, setiap hari banyak sekali kambing berkeliaran di sini, biasanya sore dengan malam” kata Ellyas salah satu pengunjung sembari mengusir kawanan kambing itu keluar areal rumah sakit.

Warga kecamatan Nangaroro ini berharap agar Pemerintah Kabupaten Nagekeo lebih tegas menerapkan Perda ketertiban umum berkaitan dengan penanganan ternak sehingga tidak berkeliaran di fasilitas umum.

Di samping itu, Ia juga berharap agar pemerintah segera mengalokasikan anggaran guna membangun pagar secara permanen agar tidak mengganggu kenyamanan dalam rumah sakit Aeramo.

“Ini harus pagar permanen keliling, kalau tidak percuma saja” katanya.

Asal tahu saja, Pemerintah Kabupaten Nagekeo bukannya tidak pernah menganggarkan pembangunan pagar RSD Aeramo.

Di tahun 2020 lalu Pemda melalui Dinas Kesehatan sudah pernah mengalokasikan anggaran senilai Rp 3,3 Miliar untuk pembangunan pagar, akan tetapi proses tendernya gagal, sebab panitia Pokja LPSE Nagekeo kala itu diduga memenangkan rekananan bermasalah hingga dilaporkan peserta tender lain ke Tipikor Polres Nagekeo. Kasus tersebut hingga saat ini mesih tetap berproses.(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here