DPD Golkar Kab. Kupang Berbagi Kasih Kepada Korban Badai Seroja di Desa Tablolong

0
54

Oelamasi_KlikNTT.com – Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kupang, Daniel Taimenas berbagi kasih di Desa Tablolong, Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang Sabtu,(24/04) lalu kepada Korban Bencana Badai Siklon Tropis Seroja.

Pembagian paket Sembako diisi dalam kantong plastik kuning kepada 50 Kepala Keluarga (KK) yang di layani oleh Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Kupang, Daniel Taimenas di rumah Ibu Elisa Nadek.

Bencana badai Seroja tidak saja di Tablolong tapi terjadi di seluruh NTT.

“Badai ini membuat kita berantakkan, tidak kenal pejabat atau rakyat biasa, badai sapu rata,” kata Taimenas.

Ia sangat bersyukur karena rumahnya aman dari bencana. Tetapi rumah Anak-anaknya rata dengan tanah.

Walaupun anaknya juga mendapat bencana namun Ia lebih memilih melayani masyarakat ketimbang keluarga. Sebab, jabatan yang dititipkan padanya merupakan tanggung jawab sebagai pelayan untuk melayani.

“Saya bilang di saya punya anak, kamu tinggal tahan di bapak punya rumah dulu, bapak lihat keluarga yang kena dampak selesai baru urus kalian punya rumah,” jelasnya.

Ia menyampaikan permohonan maaf karena setelah kejadian terlambat ke Desa Tablolong sebab bencana ini merata di Kabupaten Kupang.

Sebelumnya, Dirinya masih mengurus mengunjungi Daerah-daerah yang lebih parah ketimbang ke Tablolong.

“Saya minta maaf datang terlambat di tablolong karena masih kunjungi beberapa tempat,” beber Taimenas.

Seluruh kader Partai Golkar di perintah oleh Ketua DPD I NTT, Melkiades Lakalena untuk mengunjungi semua korban bencana seroja. “Kami di perintahkan untuk bantu masyarakat korban bencana seroja,” kata politisi Golkar ini.

Bantuan yang di berikan tidak seberapa namun bisa di manfaatkan sebaik mungkin. “Apa yang di bawah ini, tidak berarti apa-apa tapi di harapkan agar tidak boleh buat di daerah lain,” Pesan Taimenas

Dengan terjadinya Badai Seroja, saat ini Pemerintah kesulitan dalam melakukan pelayanan kepada Masyarakat. Kabupaten Kupang dengan kondisi yang luas ini, sehingga masyarakat di harapkan bersabar jika belum mendapatkan bantuan.

Namun yang pasti, semua data yang masuk di Pemerintah Kabupaten Kupang tetap di layani.

Di sela-sela itu, Ia juga menjelaskan persoalan yang terjadi di Amarasi Barat. Persoalan beras 1 kg, Mie Instant 1 bungkus dan 1 butir telur.

Saat itu, beras yang di bawah ke Amarasi Barat 2,5 ton dan yang terima orang di 5 desa 1 kelurahan. Selain itu, bantuan tersebut ditujukan kepada korban yang ada dalam penampungan.

Tapi tidak ada tempat penampungan korban bencana maka dengan kondisi demikian pemerintah Desa langsung membagi ke warga.

“Dengan beras 2,5 ton harus bagi 5 Desa dan 1 kelurahan, bagaimana pembagiannya. Dan, bagi itu beras di paksanakan,” pungkas Taimenas.

Akibat bencana ini sidang Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Kupang 2020 batal dilakukan (6/4). Semua OPD dan DPRD turun ke lokasi bencana untuk melihat kondisi masyarakat dekat.

Namun, “Dari cobaan yang datang membuat kita dekat dengan Tuhan”, tutup Taimenas. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here