Korban Bencana, ‘Sebagian Warga Desa Bokong Tidak Dapat Bantuan dari Pemkab Kupang

  • Bagikan

Oelamasi_KlikNTT.com- Akibat Badai Siklon Tropis Seroja yang memporak-porandakan NTT sejak awal bulan April, Bantuan berupa Sembako pu mulai mengalir dari semua Instansi-instansi terhadap korban. Namun secara khusus di Desa Bokong, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang sebagian warga belum tersentu oleh bantuan Sembako dari Pemerintah Kabupaten Kupang.

Demikian hal ini diungkakan, Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Dapil 1, Dominggus Atimeta, kepada awak media Rabu,(28/04) siang di Sela-sela Rapat Pansus LKPJ Pemerintah Kabupaten Kupang dan DPRD mengatakan, sebagian warga Desa Bokong memang membutuhkan ulur tangan Pemerintah.

Karena Rumah-rumah milik warga banyak yang rusak parah tersapu banjir. Jadi semuanya itu hilang lenyap, tertinggal pakian di badan.

“Memang beberapa hari sesudah banjir ada bantuan dari Pemda dan kebutuhan warga terjawab. Semantara khusus untuk Nai Otel, yang mengakibatkan tiga orang warga harus meninggal, sampai hari ini bantuan dari pemerintah belum tersentu. Itu memang benar”, jelas Atimeta.

Lebih lanjut, terlebih ada juga gedung Gereja yang rusak. Sejak kemarin-red, ada sejumlah pejabat meninjau ke lokasi dan melihat secara dekat, dan mudah-mudahan dalam data yang dimasukan ke BNPB Daerah Kabupaten Kupng, Propinsi bahkan ke Pusat bisa terjawab

Khusus untuk dusun satu Desa Bokong, selain perabot dapur hilang, ada juga Administrasi kependudukan hilang.

Sehingga syaratnya untuk memiliki NIK guna mendapatkan bantuan, itu juga baik. Tetapi seharusnya juga melihat dari tingkat kerusakan.

“Kalau memang rumah itu sapu bersih dan harus butu NIK, bagaimana warga bisa dapat bantuan? Itu yang terjadi di desa bokong”, ungkap Atimeta.

Tambahnya, sementara di Kecamatan Taebenu secara keseluruhan sesuai pantauannya kerusakan cukup parah.

Termasuk di Desa Oeltua,Fatuboki, dan Binlaka juga cukup parah, dan mudah-mudahan warga juga tersentuh.

“Karena data-data juga sudah ada disaya, banyak rumah yang rusak parah. Jadi mudah-mudahan mereka juga tersentu”, beber Atimeta.

Secara khusus di Fatuboki, atas inisiatif RT/TW setempat saling membantu untuk berswadaya membangun sebagian rumah warga yang atap seng terbawa angin. (Boy)

  • Bagikan