Bupati Sikka Resmikan Rumah Belajar Josep dan Sanggar Budaya

  • Bagikan

Sikka_KlikNTT.Com_Bupati Sikka , Fransiskus Roberto Diogo meresmikan rumah belajar Josep dan Sanggar Budaya “Lero Sadang wolon” dan tenun ikat ” Sudan Sogor Kelan kirek” di Dusun Mudung, Desa Aibura , Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, NTT. Jumad ( 07/05/2021)

Dalam Sambutan Bupati SIKKA, Fransiskus Roberto Diogo mengajak semua stokholder agar membangun kemitraan yang ada di desa Aibura, agar mendukung rumah belajar Josep dan Sanggar Budaya yang dirintis oleh Yosep Rodin.

Kita membangun dengan semua yang ada disini dan ini adalah sebuah potensi yang luar biasa dari Yosep Rodin untuk mendirikan satu rumah belajar, sanggar budaya dan juga tenun ikat. Ini adalah tuntutan dan tentunya sebagai pemerintah kita akan memberikan dukungan dan mengajak adik Josep Rodin,” ungkap Bupati SIKKA

Bupati Sikka juga mengajak agar pendiri rumah belajar dan sanggar budaya agar membangun jejaring dengan seluruh mitra baik yang ada di kabupaten Sikka, maupun pihak luar dari Kabupaten Sikka. Dirinya juga menghimbau bagaimana membangun kemitraan agar tetap mencintai produk produk buatan Indonesia, khususnya kabupaten Sikka.

Turut hadir dalam peresmian rumah belajar Josep , sanggar budaya dan tenun ikat diantaranya, ketua TPK Kabupaten Sikka, Maria Cahyani Idong, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka, Petrus Poling Wair Mahing, AKUSIKA, Anggita DPRD dapil 3, Wenselaus Wege, S. Fil, serta sejumlah Toko Adat dan Toko masyrakat.

Sementara Yosep Rodin , Pendiri Rumah belajar Josep , sanggar budaya dan juga tenun ikat dalam sambutan ia mengatakan pengalaman membuka rumah belajar Josep , sanggar budaya dan tenun ikat berawal dari banyaknya anak anak yang dirumahkan karena pandemic covid -19, dirinya berpikir bahwa hal apa yang kemudian untuk bisa dilakukan anak anak agar tetap memiliki aktivitas dan membangun kreativitas ditengah badai pandemic covid – 19, namun segala aktivitas itu berjalan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Berawal dari pandemic covid -19, banyak anak anak dirumahkan. Sayapun berusaha membuka home shcooling yang meliputi kelas baca, tulis dan berhitung ( calistung) program unggulan kelas bahasa Inggris dan bimbingan mata pelajaran ujian nasional,” ungkapnya

Setelah melalui proses yang panjang diskusikan dengan keluarga, dirinya berani mendirikan sanggar dan tenun ikat hanya bermodalkan semangat.

Yosep Rodin, sosok anak muda yang kemudian merintis rumah belajar josep dan melestarikan budaya daerah dengan membangun sanggar budaya,”Lero Sadang wolon” dan tenun ikat ” Sudan Sogor Kelan kirek” semua dibangun di di Mudung, desa aibura.

Yosep Rodin berpinsip, jatuh bangun dalam sebuah usaha itu adalah bagian dari proses yang terjadi dan pasti dialami oleh siapapun. Begitu banyak cemoohan, banyak kata yang menyakitkan, tapi niat kita terus berusaha tetap besar dan semangat. Sehingga kemudian menunjukan nilai bagi setiap orang akirnya bisa memahami apa sebenarnya yang dirintis dan di perjuangkan,” jelasnya

Terkait dengan usaha yang dirintisnya ia mengaku terlepas dari semua penilaian orang tersebut, semakin kesini segala usaha dan perjuangan selama ini mulai disadari masyarakat. Hal ini membuatnya semakin bersemangat dalam mengembangkan sanggar. Dan yang paling penting adalah dukungan dari masyrakat.

Lebih lanjut ia mengatakan untuk rumah belajar Josep didalamnya meliputi kelas baca, tulis dan menghitung ( calistung) sementara berjumlah 60 orang mulai dari tingkatan Paud, TKK, SD, SMP, dan SMA,” pungkas Yosep Rodin, yang juga adalah Alumni Universitas Flores ( UNIFLOR) Ende, Program Studi Bahasa Indonesia.

Penulis : Hilarius Keytimu

  • Bagikan