Sadis, ‘Uang PKH Milik KPM Hilang dari Rekening Bank’

  • Bagikan

Oelamasi_KlikNTT.com- Salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) uang Parogram Keluarga Harapan (PKH) di Kelurahan Camplong I, harus siap menghadapi nasib yang naas ini.

Pasalnya, Uang PKH yang disinyalir ke Bank tersebut miliknya ternyata hilang dengan sendirinya.

Demikian hal ini dikatakan salah satu PKM, Oktotarince Tafuli Rihu kepada awak media Jumat,(07/05) saing di Kelurahan Camplong I, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, NTT yang dengan secara tiba-tiba uangnya hilang di rekening BRI Unit camplong milik Pemerintah tanpa sepengetahuannya.

Dari total uang PKH bulan April 2021 sebesar Rp. 550.000, ternyata uang itu sudah diambil entah oleh siapa. Buktinya print out buku rekening dari Bank sudah tertera tanggal penarikan uang yang tidak pernah dilakukan oleh KPM PKH.

Padahal, selama tahun 2021 Ia belum pernah menerima PKH. Ia hanya pernah menerima beras 30 Kilogram serta 13 butir telur ayam yang diterima pada Bulan Januari 2021.

Sehingga pada bulan April 2021, ia pergi ke salah satu Bank milik pemerintah guna mengecek apakah dana PKH sudah masuk rekening atau belum.

Ketika dicek ternyata dana PKH miliknya sudah masuk rekening sebesar Rp550 ribu. Namun anehnya dana sebesar Rp500 ribu sudah raib dari rekening alias sudah diambil orang.

Ia merasa bingung mengapa uangnya bisa hilang dari rekening, padahal ia merasa tidak pernah mengambil uang itu, dan Anak–anaknya pun tidak. Bahkan buku rekeking dan Kartu Keluarga Sejahtera berada ditangannya selama ini.

“Bulan april saya pergi cek di Bank sudah masuk rekening 550.000 tanggal 08 April 2021, tanggal 09 april uang sudah diambil, saya tidak tau siapa yang ambil ini uang”, jelasnya.

Penarikan uang PKH milikanya sesuai print out buku rekening dilakukan tanggal 09 April 2021, dengan jumlah uang yang diambil sebesar Rp500 juta.

“Saldo sisa lima puluh ribu rupiah, dan sisa saldo lima puluh ribu itu kemudian kita ambil sendiri dari rekening pada tanggal 10 April 2021″, kisap Okto.

Sementara Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kupang, Johanis Masneno yang dikonfirmasi media Jumat (07/05) diruang kerjanya mengatakan, dana hanya bisa diambil sendiri oleh KPM PKH yang bersangkutan, tidak bisa diambil oleh orang lain.

Karena buku rekening dan KKS berikut PINnya dipegang sendiri oleh KPM PKH, dengan demikian uang PKH hanya bisa diambil oleh KPM bersangkutan. Pengambilan uang bisa dilakukan langsung di Bank dengan membawa buku rekening atau bisa menggunakan KKS.

Ia berjanji akan menelusuri kasus ini melalui koordinator PKH Kabupaten dan di Kelurahan serta di Kecamatan Fatuleu.

“Saya minta mereka telusuri dan klarifikasi masalah ini, jika benar – benar terjadi seperti itu maka ini sudah menyalahi aturan dan merugikan masyarakat”, Punkas Anis.

Jika ditemukan ada oknum yang bermain–main dengan dana PKH, “Nanti saya berjanji kasi sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku”, tegas Anis. (***)

  • Bagikan