Anggota Pansus Tindak Lanjuti Laporan Penarikan Paket Sembako Badai Seroja, ‘Ini Tanggapan Wabup Kupang’

  • Bagikan

Oelamasi_KlikNTT.com Berkaitan dengan hasil uji petik Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Kupang, di Desa Tunbaun, Kecamatan Amarasi Barat, mengenai laporan pengambilan 124 Kupon dan 124 Paket Sembako bantuan Buddha Tzu Chi kepada warga terdampak Bencana Seroja oleh Wakil Bupati Kupang, menuai respon dingin bagi Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe.

Ketua Pansus DPRD Kabupaten Kupang, Tommy Da Costa kepada awak media Senin,(31/05) siang di gedung DPDR Kabupaten Kupang ketika diwawancarai terkait hasil rapat Pansus mengatakan bahwa pada hari Sabtu 29 Mei setelah DPRD menerima laporan dari Masyarakat terkait pengambilan kembali bantuan Sembako kepada masyarakat Desa Tunbaun, pasca Badai Seroja, maka itu Anggota Pansus melakukan uji petik ke Desa Tersebut dan ternyata Anggota Pansus menemukan beberapa kendala berdasarkan laporan masyarakat di Desa Tunbaun.

Kendala yang pertama itu yakni pengambilan kembali 124 Kupon bantuan Paket Sembako oleh Wakil Bupati Kupang.

Sedangkan bantuan Paket Sembako ini kan bukan menggunakan Dana dari APBD, namun Pansus melakukan uji petik karena adanya laporan dari Masayarakat ke DPRD Kabupaten Kupang.

Lalu yang kedua, Anggota Pansus menuju ke Kelurahan Teunbaun, Kecamatan Amarasi Barat juga mengalami hal yang sama.

“Kalau yang di Teunbaun juga sama, berasnha diambil kembali dengan kuponnya. Tapi bukan salah satu pejabat pemerintah yamg ambil kembali tapi utus perwakilan, sopir-sopir yang ambil kembali”, jelas Tmmy.

Lebih lanjut, sehingga atas nama wakil Rakayat, dan juga Pemerintah Kabupaten Kupang meminta maaf dan hal ini menjadi catatan untuk menyampaikan saja.

Tapi yang menjadi fokus Pansus ini berkaitan dengan semua bantuan yang masuk di Posko Bencana Badai Siklon Tropis Seroja Kabupaten Kupang sebagaimana akan di audit ulang, dan Dana BTT yang diakomodir dengan nilai Rp7 miliar.

Sementara Wakil Bupati Kupang, Jerry Manafe, yang di wawancarai terkait oleh awak media diruang kerjanya Senin,(31/05) sore mengatakan, untuk Bantuan Sembako dari Yayasan Buddha Tzu Chi (YBTC), itu Yayasan pertama yang tidak menggunakan keuangan Pemerintah.

Ini merupakan bantuan dari pihak ketiga. Bantuan YBTC berdasarkan data dari BPBD Propinsi NTT.

Namun, Wakil Bupati Kupang diminta untuk mendampingi YBTC saja. Pasalnya, YBTC sudah berada di wilayah Kabupaten Kupang. Karena Pemerintah Kabupaten Kupang tidak ada satu pun yang mendampingi YBTC untuk membantu Masyarakat Kabupaten Kupang.

“Jadi beta ikut dampingi dorang. Pada waktu beta turun pertama, membawa bantuan propinsi punya itu kita turun bagi disana itu juga ada. Itu ada Ibu Pendeta, ada Pak Camat, ada Pak Desa”, jelas Manafe.

Lebih lanjut, setelah itu YBTC melihat bahwa di Tunbaun longsor, sehingga benar-benar di Desa Tunbaun membutuhkan bantuan.

“Nah, bantuan dari Buddha Tzu Chi ini untuk kesana jadwalnya mereka sudah atur. Jadi setau saya dan seingat saya, mereka sebelum turun mereka sudah kasi kupon. Itu menurut pengakuan pak camat, dari tim buddha tzu chi itu ada kasi kupon sekitar 360 kalau tidak salah, sesuai dengan jumlah yang berdampak badai seroja. Itu saya tidak ada, itu saya dengar dari pak camat yang kasi tau via telfon”, ungkapnya.

Setelah itu, Ia tidak mengetahui karena Ia tidak ke Desa Tunbaun. Penyerahan kupon dengan paket sembako itu kapan. Tapi saat ada Bakti Sosial berupa kesehatan.

Sehingga kemungkinan ada Tim yang turun ke Tunbaun. Tapi Dirinya bersama YBTC menuju ke Kecamatan Sulamu. Kalau tidak salah, menjelang dua hari baru YBTC menuju ke Desa Tunbaun.

Dan ke Desa Tunbaun menggunakan Mobil Brimob Polda NTT dan Mobil Angkatan Laut. Waktu itu sebenarnya YBTC tidak mau untuk menurunkan bantuan, karena waktu itu Ibu Pendeta tidak ada, Camat ke Oelamasi, dan Kepala Desa tidak ada.

“Maka itu mereka tanya ke saya, tapi karena saya ikut mereka sebagai wakil bupati, saya bukan ikut sebagai jerry manafe. Tanyalah ke saya, ini bagaimana pak, yang bertanggung jawab siapa, jadi saya tanya ada orang di posko bencana, posko mereka itu digereja. Saya tanya orang di posko, saya tanya bisa terima, jadi orang diposko bilang bisa terima”, beber Manafe.

Dirinya menyampaikan ke salah satu Tim YBTC, Yuliardi untuk turunkan bantuan tersebut. Karena situasinya panas, Ia duduk diluar bersama Lantas. Setelah selesai menurunkan, Ia menanyakan ke Camat bahwa Ia mendengar ada pengambilan kembali, dan Camat mengaku bahwa ada yang mengambil kupon sebanyak 124.

Dengan kejadian ini, Ia menanyakan kenapa kembali, karena tidak terbagi. Yang dibagi itu sekitar 240, jadi 124 itu diambil kembali. 124 yang di ambil kembali itu diturunkan sesuai  dengan kupon yang terbagi.

“Jadi kupon yang terbagi 240 ya dibagi 240. Diluar 124 itu. Itu pun bukan di muka saya, saya tidak tau ambil kembali itu dari buddha tzu chi, pasti dari buddha tzu chi. Tapi sapa yang ambil kembali saya tidak tau”.

Namun dalam perjalanan, YBTC menyampaikan ke Wakil Bupati Kupang bahwa kupon sudah ditarik kembali dan sudah digunting karena tidak terbagi.

YBTC Jakarta memang sangat teliti, pertanggung jawabanya sangat detail.  Begitu barang sudah diserahkan, ada Berita Acara, ada foto, dan ada vidio. Itu harus ada.

Sementara masih ada bantuan sembako di mobil. Itu bantuan untuk Desa Merbaun, tapi waktu tidak memungkinkan maka YBTC menanyakan jika ke Merbaun berapa lama.

Waktu itu rombongan sudah di Baun, sehingga Ia mengatakan bahwa kalau ke Merbaun sekitar 40 menit, bertepatan dengan waktu sekitar pukul 16:30 dan 17:00 wita maka YBTC  bilang tidak bisa, sehingga bantuan 124 ditamba 60 menjadi 184 tersebut dititip di Bait, pemilik Sei Babi di Baun.

Lalu kenapa paket tersebut belum di anatar ke Desa Merbaun, karena dari Merbaun belum memberikan data. Ternyata data dari merbaun itu bukan hanya 130 atau 140, tetapi data dari merbaun itu 180 lebih kalau tidak salah. Disitulah sudah ada data baru YBTC ke Merbaun. Yakni bantuan diambil dari Bait dan di antar ke merbaun.

“Jadi kalau bilang saya ambil kembali, kapan, tanggal berapa, dan saya ada dimana, dan ambil kembali berapa paket. Dan yang mereka terima itu sesuai tidak dengan kupon yang mereka terima, dan yang terima kupon itu saya tidak tau, karena saya sebagai wakil bupati pun dari buddha tzu chi tidak perkenankan saya untuk pegang kupon”, tegas Manafe. (Boy)

  • Bagikan