Progres Pengerjaan Jalan Sabuk Merah Masi di bawah Persentase yang ditargetkan

  • Bagikan

Sabuk Merah_KlikNTT.Com_Progres Pengerjaan Proyek pembangunan Jalan Sabuk merah di ruas Henes, Dakfala, Laktutus di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang di kerjakan  sejak 01 Agustus 2021 Hingga kini fisik pekerjaan baru berkisar 3 persen atau minus persentase dari target yang direncanakan sebelumnya yakni 7 persen

Proyek pekerjaan pembangunan Jalan sabuk merah Perbatasan Timor Barat Timor Leste dari Perbatasan Mota,ain Kabupaten Belu hingga Perbatasan Motamasin di Kabupaten Malaka ini dikerjakan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional NTT dengan mengalokasi Dana melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp 120 milyar.

Dana tersebut digunakan untuk menangani jalan dengan kondisi Hotmix.
Dan diperuntukan untuk pembangunan jalan sepanjang 24,22 kilo meter dengan 3 segmen yang meliputi segmen satu dengan panjang 16.725 kilo meter, segmen dua 675 meter dan segmen 3 sepanjang 4.2 kilo meter.

Sejak penandatangan kontrak pada tanggal 01 Agustus 2021 hingga akhir Bulang Oktober atau setelah hampir 3 bulan proyek tersebut fisiknya baru mencapai 3 (tiga) persen Sedangkan target persentase selama 3 bulan masa pengerjaan seharusnya 7 persen,dari target persentase ini maka proyek pengerjaan jalan sabuk merah mengalami minus 4 persen.

Kepala Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Dua Hilmer Manurung yang dikonfirmasi pada Senin, (25/10/2021) mengakui jika fisik pekerjaan proyek tersebut terlambat atau sudah minus.

‘iya memang sekarang masih minus karena pekerjaan awal masih persiapan oleh kontraktornya jadi saat ini minusnya sekuat 1 sampai 3 persen begitu.” Katanya.

Menurutnya, pekerjaan pada 3 segmen itu sudah mulai dari segmen satu dan dua dengan pekerjaan pasangan pengaman tebing dan galian yang dilakukan di segmen dua.

Proyek tersebut menurut Hilmer, waktu pelaksanaanya dua Tahun Anggaran atau Kontraknya baru berakhir pada Bulan Agustus tahun 2022 nanti.
“Kita harapkan di Bulan Desember nanti sudah bisa Hotmixs minimal 4 kilo meter sehingga bisa mengangkat minus yang saat ini terjadi meski waktu pelaksanaan masih panjang”. Jelasnya.

Dikatakan, untuk mengantisipasi terjadinya Hujan yang akan menyulitkan pekerjaan di lapangan pihaknya telah menginstruksikan kepada Kontraktor Pelaksana yakni PT.  Tureleto Battu indah untuk dapat menambah jam kerja dan tenaga sehingga tidak terjadi minus saat hujan nanti.

“Secara lisan kita sudah mengingatkan Kontraktor pelaksana untuk dapat menambah jam kerja dan tenaga (buruh) di lapangan agar saat musim hujan selama beberapa bulan mendatang fisik sudah aman”.tandas Hilmer”.

Saat ini menurut Hilmer pekerjaan tengah berjalan seperti biasa meski telah mengalami minus 4 persen.
Sementara itu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.5 PJN Wilayah Dua BPJN NTT Zulkifli Arif kepada media ini pada Senin, (25/10/2021) mengatakan, proses awal pekerjaan memang memakan waktu lama.
“Iya, ada proses kajian teknis dulu cukup makan waktu, dan mobilisasi crusher dan AMP dari kupang ke sabuk merah. Dan memang Target akhir tahun ini fisik bisa 15-20an persen saja”.ujarnya.
Dikatakan, saat ini tengah dilakukan percepatan pada item pekerjaan Drainase dan akses jalan yang sempat terputus sehingga dapat dilewati alat berat.
“Kita upaya percepatan di pekerjaan drainase dan akses-akses yang terputus sejak awal sudah kami buka jadi alat tetap bisa lewat nantinya.” (**Obor).

  • Bagikan