Pemkab Kupang Mengapresiasi Kehadiran WVI di Kabupaten Kupang

  • Bagikan

KlikNTT.com- Pemerintah Kabupaten Kupang melalui BAPPEDA Kabupaten Kupang mengapresiasikan kehadiran Wahana Visi Indonesia (WHI) yang hadir di Kabupaten Kupang.

Wahana Visi Indonesia (WVI) memulai dengan kegiatan mengadakan Pelatihan Sensus Wash Menggunakan Aplikasi mWater yang bertempat di Hotel T-more Kota Kupang, Rabu(14/09/22) sekitar pukul 08:20 wita.

Boby Mesakh dalam sambutannya sangat mengapresiasikan kehadiran WVI yang hadir di NTT, khususnya di Kabupaten Kupang yang akan membawakan gagasan dan kebutuhan untuk Sunitasi dan Air Bersih untuk mengadakan perencanaan yang akurat dan tepat sasaran.

Di mana penanganan air bersih di NTT ini merupakan suatu penanganan yang klasik yang sangat kompleks, dan yang selalu mencari pilihan sorotif. Karena setiap musim Masyarakat tergantung pada musim hujan.

Karena kalau tidak ada banjir, Masyarakat bisa kekeringan. “kalau kita bisa banjir berarti banjir sekali. Dan persoalan sunitasi dan air ini menjadi program nasional karena ini merupakan kebutuhan yang dasar yang harus dipenuhi oleh masyarakat”, jelas Mesakh.

Sebagaimana bisa dikatakan bukan juga tugas pemerintah untuk menciptakan kesejahtraan bagi Masyarakat namun dampaknya akan turun ke persoalan Sunitasi dan Air. Di mana sering terjadi di perkampungan, ada kemiskinan, stunting, pokoknya SDM rendah. Kalau SDM rendah, harapan masyarakar untuk mewujudkan impian kita, berarti pembangunan lebih baik ini juga rendah.

Jadi persoalan air ini bukan berarti masalah air saja, tetapi persoalan pembangunan yang berkelanjutan yang bisa merubah dalam satu wilayah.

Begitu juga dengan perencanaan, perencanaan yang baik untuk kita mengemplementasi untuk bisa menginterfensi dalam kegiatan pembangunan sunitasi dan air minum yang baik di wilayah kita, memang harus memiliki perencanaan yang baik.

Mana dengan dana yang terbatas, lokasi yang sangat luas, belum lagi dengan pilihan-pilihan alternatif sarana yang harus di bangun.

Perencanaan yang baik itu harus di bangun dari data yang baik. Karenannya data yang baik itu merupakan hal yang baik. Apa lagi sekarang merupakan jaman teknologi.

“Jadi sekarang menggunakan alat teknologi itu untuk suatu kepentingan yang sederhana. Yang akhirnya menghabiskan keuangan kita untuk kebutuhan-kebutuhan yang tidak bermanfaat bagi teknologi. Karenanya hadirin harus memanfaatkan kesempatan ini”.

Maka itu bagi peserta yang hadir, ternyata hp ini bukan di gunakan untuk sekedar telpon-telponan dan wa saja, tetapi dengan mWater ini kita buat supaya bisa menjadi manfaat, dan sistemnya akan terintegrasi secara luas.

“Semua yang kita buat di Desa kita, dengan menggunakan hp di tangan kita, akan memberikan dampak baik di desa kita. Lalu informasi-informasi positif itu menyebar ke mana-mana”, uarinya.

Jadi membawa informasi positif terhadap perubahan-perubahan yang lebih baik di Desa. Persoalan bangsa yang lebih luas yaitu kita mengalami krisis yang luar biasa yaitu krisis yang mana terjadi yaitu covid dan ruang global serta lain sebagainnya. Semua mengalami ini, apa lagi dengan kenaikan BBM.

Pembangunan memang membutuhkan satu kolaborasi yang cukup luas. Tidak ada satu komponen dalam element bangsa ini bahwa bisa menyelesaikan satu masalah secara tersendiri. Ia harus membangun satu kolaborasi yang bisa merubah pembangunan ke depan.

Diamana harus membangun kolaborasi dengan semua element, termasik WVI. Ini patut di dorong supaya ada di dalam kerja sama yang saling melengkapi dengan element-elemnt yang semakin luas.

Pembangunan adalah pembangunan yang harus membangkitkan kesadaran masyarakat, “Jadi jangan orang bilang orang ntt itu pasti orang miskin ya. Itu memang sakit skali. Jadi pembangunan itu bukan hanya saja pembangunan fisik, tetapi ada yang lain”, ungkapnya.

Karena persoalan Air ini merupakan hal yang sangat penting. Kalau tidak ada air berarti bisa bahaya. Ini harus memulainya dengan baik serta menggunakan data. Dan data ini menjadi dasar untuk adakan pengembangan yang akan di mulai.

Kehadiran WVI di sini Pemerintah Kabupaten Kupang sangat mengapresiasikan kehadirannya di sini. Dan juga di mana banyak stack holder yang bergabung untuk bekerja sama. Serta kita lebih fokus dan lebih intektual.

Pembangunan Sunitasi dan Air bersih ini berjalan dengan baik, maka Ia meminta agar penggunaan aplikasi mWater yang akan di gunakan ini yang akan diajarkan oleh pemateri terhadap peserta mohon untuk dipergunakan dengan baik. Karena kalau aplikasi ini akan membuat untuk lebih cepat yang akan menuju ke perubahan.

Khusus untuk Kabulaten Kupang, untuk sementara berada di level 20 % angka sunitasi dari jumlah penduduk sekitar 340 juta jiwa, itu artinya masih sekitar 74 ribu jiwa yang butuh untuk interfensi air bersih di kabupaten kupang.

Sementara untuk sunitasi sekitar 9,42 %. Ini yang perlu di interfensi untuk mencapai target kita sampai Tahun 2024 untuk mencapai program nasional 100.0. 100 yaitu 100 untuk penyelesaian sunitasi, 0 untuk imun tubuh, dan 100 air bersih. Ini butuh SDM yang bukan kecil.

Sementara dr. Maria Adrijanti, Tim Lider Healt WVI dalam sambuntannya menyampaikan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa bahwa kehadiran disini semua dalam keadaan sehat walafiat.

Ia menyampaikan selamat datang ke pada peserta Komite Air yang berasal dari Desa Oelnaneno, Kecamatan Takari, Teman-teman dari WVI, dan juga Pokja Infrastruktur dari BAPPEDA Kabupaten Kupang.

mWater bisa membantu dari data yang akurt bisa didaptkan secara rieeltime ini merupakan Aplikasi ini hal baru yang mana WVI melihat dari kebutuhan angka Sunitasi dan Air.

“Jadi kita perlu melihat bahwa aplikasi mWater ini mempunyai data yang akurat sampai di level Desa”.

Di mana pihaknya mempunyai data yang akurat
Dalam pelatuhan ini, kita akan belajar bersama karena ini merupakan aplikasi yang baru. Jadi kita akan belajar bersama selama Empat hari.

“Ini juga kehdran prtma kali WVI di Kabupaten Kupang, ini juga selama empat hari kita akan ke lapangan untuk menguji coba aplikasi ini. Mudah- mudahan bermanfaat”, bebernya.

Gotlif Eduard Nggades sebagai Wash Office WVI  Kabupaten Kupang. Kepada media ini mengatakan, Sebenarnya di Desa Oelneno merupakan Desa pertama yang akan diadakan sebagai desa contoh penggunaan aplikasi mWater ini dan akan dilanjutkan ke Desa-desa yang lain tapi karena waktu dan tenaga kurang  jadi memilih ambil Desa Oelneneno.

Sebenarnya ada Enam Desa dampingan WVI. Jadi besok hanya di desa oelneneno, nanti baru ke Desa yang lain lagi.

Turut Hadir, WVI Area Program Timor Alor (Timora), Kota Kupang-TTS, Kabupaten Kupang, Kabupaten Ngada, Ende, Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, Pokja Infrastruktur BAPPEDA Kabupaten Kupang, dan perwakilan Tim Nasional Office (NO) Jakarta, serta Komite Air Oelnaneno. (Boy)

  • Bagikan