Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Kriminal

Pengadaan Seragam Linmas Saat Pemilu di Ende Tuai Kontroversi, Tabrak Aturan dan Sarat KKN

185
×

Pengadaan Seragam Linmas Saat Pemilu di Ende Tuai Kontroversi, Tabrak Aturan dan Sarat KKN

Sebarkan artikel ini

Keterangan Foto : Baju Linmas Yang di Pake Saat Apel Gelar Pasukan 

Ende_KlikNTT.Com_ – Proyek pengadaan seragam anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas) di Kabupaten Ende untuk kepentingan pengamanan Pemilu serentak 2024 diduga bermasalah.

Bahkan seragam Linmas berupa baju kaos dan topi yang telah dibagikan ke seluruh anggota sebelum pemilu justru tidak sesuai ukuran atau spek dan tidak digunakan oleh petugas saat hari hal pemilu, 14 Februari 2024 lalu.

Alasan lainnya anggota Linmas tidak menggunakan baju dan topi itu karena warnanya sama dengan seragam atau atribut kampanye salah satu paslon di Pilpres.

Investigasi dari KlikNTT.Com, pengadaan seragam Linmas (baju kaos dan topi) sebanyak 1.966 buah itu melanggar ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor : 11 Tahun 2023 tentang Sarana – Prasarana bagi satuan tugas Perlindungan Masyarakat (Linmas) dan Satuan Perlindungan Masyarakat.

Pasalnya pada aturan Permendagri menyatakan seragam warna abu namun kenyataan di Ende pengadaan baju kaos warna biru.

Lebih rincinya berdasarkan pedoman pelaksanaan sarana dan infrastruktur bagi Satuan Tugas Perlindungan Masyarakat & Satuan Perlindungan Masyarakat yang tercantum dalam Permendagri No.11 Tahun 2023 antara baju lain dengan model lengan panjang warna abu-abu dapat digulung dan kerah baju didesain model tegak serta berkancing 7 buah pada bagian tengah baju. Selanjutnya, kancing bertuliskan Kemendagri.

Selain itu pada bahu terdapat evolet dengan model runcing dan menggunakan satu buah kancing serta lobang kancing, dan pada bagian dada baju seragam terdapat perpotongan dan dijahit mesin. Tak cuma itu, sesuai ketentuan dari Permendagri itu pun disebutkan perihal ketentuan spek khusus celana seragam Linmas model terbaru antara lain celana panjang warna abu-abu gelap.

Kenyataan di lapangan justru tak sesuai dari ketentuan Permendagri Nomor 11 Tahun 2023. Seragam anggota Linmas se-Kabupaten Ende yang dipesan oleh pihak Satpol PP Kabupaten Ende justru baju kaos bewarna biru, mirip seragam kampanye Salah Satu Pasangan Calon Presiden.

Baju ini telah disebarkan kepada setiap anggota Linmas yang yang tersebar di setiap TPS di Kabupaten Ende dan sebagian besar tidak mengenakan baju tersebut saat bertugas di TPS.

Informasi lainnya yang dihimpun media ini menyebutkan proyek pengadaan seragam anggota Linmas untuk pemilu 2024 di Kabupaten Ende dianggarkan sebesar Rp.196.600.000.

Anggaran itu bersumber dari APBD II Ende Tahun Anggaran (TA) 2024 dengan nama paket proyek Pengadaan Baju Linmas Pemilu. Proses ini diduga sarat KKN karena pengadaan baju kaos dan topi sudah dilakukan sebelum anggaran tersebut dialokasikan.

Salah seorang anggota Linmas di salah satu TPS di Kelurahan dalam kota protes saat menerima baju itu sebelum pelaksanaan pemilu. Ia bingung dan protes karena seragam baru Linmas warna biru muda sama dengan warna baju seragam kampanye dari salam satu pasangan Calon Presiden serta tidak cocok dengan ukuran badannya.

“Seragam yang diberikan warnanya sangat mirip dengan seragam kampanye salah satu Pasangan Calon Presiden. Ukuran juga tidak pas,” kata anggota Linmas itu pada media ini beberapa waktu lalu.

Ia mengakui tidak pernah ditanyai soal ukuran baju sebelum dipesan. Ia hanya tau saat baju dan topi itu sudah datang dan dirinya diundang untuk pembagian baju.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Ende, Eman Taji dikonfirmasi media ini mengatakan Pengadaan Baju Linmas untuk pemilu kemarin sudah sesuai dengan Aturan Permendagri No 11. Dikatakannya pihaknya mengadakan baju kaos dan topi karena Permendagri itu sifatnya tidak mengikat. Selain itu Kabupaten Ende juga keterbatasan anggaran untuk pengadaan tersebut.

“Memang di dalam Permendagri No 11 Tahun 2023 ada aturan tentang baju Linnmas PDL,PDH dan lainnya. Tetapi di saat kemarin Kabupaten Ende tidak mempunyai anggaran untuk melakukan pengadaan Baju PDL sehingga kami mengadakan baju kaos dan topi untuk digunakan oleh Linmas di setiap TPS di Wilayah Kabupaten Ende ini,” Kata Eman.

Eman melanjutkan baju kaos dan topi tersebut sudah dipakai oleh anggota Linmas saat apel gelar pasukan di tingkat kabupaten dan kecamatan sebelum pemilu.

” Hanya karena memang warnanya mirip dengan seragam kampanye dari salah satu Paslon maka ada kebijakan untuk anggota linmas tidak pakai saat pencoblosan”.

Kata Eman kesepakatan tidak gunakan baju tersebut adalah keputusan bersama atas temuan Bawaslu Ende. Baju kaos biru tersebut tidak dipakai oleh Linmas saat pencoblosan.

Kasat Pol PP Ende juga menegaskan pengadaan baju kaos dan topi Linmas ini sebelumnya memang tidak ada anggaran. Pengadaan tersebut merupakan kebijakan pimpinan sehingga dianggarkan sebesar Rp. 196.600.000. Anggaran tersebut diperuntukkan bagi kepentingan pengadaan baju kaos dan topi untuk Linmas pada pemilu 14 Februari 2024 lalu. (Freed).*