Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Daerah

Mahisiwa dan Warga Aksi di Kantor Bupati, ‘Tuntut Keadilan Terhadap Korban Seroja’

132
×

Mahisiwa dan Warga Aksi di Kantor Bupati, ‘Tuntut Keadilan Terhadap Korban Seroja’

Sebarkan artikel ini

Oelamasi_KlikNTT.com- Mahasiswa yang bergabung menemakam Dirinya Aliansi Pemuda Mahasiswa Peduli Kabupaten Kupang dan Beberapa Warga Desa Pukdale, Kecamatan Kupang Timur, mengadakan aksi di Kantor Bupati guna menuntut Hak-hak dan Keadilan terhadap Korban Seroja Beberap Tahun lalu pada hari Kamis, 04-04-2024.

Warga dan Mahasiswa yang menamakan dirinya Aliansi Pemuda Mahasiswa peduli Kabupaten Kupang memberi kejutan baru, dikarenakan adanya persoalan pada bantuan Seroja yang berdampak.

Aliansi tersebut mendatangi kantor Bupati Kupang dengan membawa Krans bungah sebagai bahasa simbolis, duka cita matinya hati nurani Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang dalam melihat persoalan Masyarakat Kabupaten Kupang.

Krans bunga bertuliskan “KAMI TURUT BERDUKA CITA ATAS MATINYA HATI NURANI PEMDA KAB. KUPANG” dibawa sampai ke ruang audiens bersama Bupati Kupang, Korinus Masneno dan bawahannya.

Persoalan yang dimaksud adalah bantuan bencana Seroja di wilayah Kabupaten Kupang yang belum selesai disalurkan.

Koordinator aksi Melianus Alopada kepada media menyampaikan bahwa, persoalan Seroja menjadi perhatian serius aliansi, dimana pada 4 April 2021 yang lalu bencana alam melanda wilayah Kabupaten Kupang dan Masyarakat terdampak Seroja yang didata berjumlah 11.036 kepala keluarga (KK)  kemudian terdampak Seroja yang tidak sempat terdata 5684 KK masuk dalam program penyintas.

Bencana tersebut mendapat perhatian dari Pemerintah Pusat, kemudian mengelontorkan dana sebesar 229,9 miliar yang bersumber dari dana siapa pakai (DSP) sementara untuk kategori penyintas tidak bisa digunakan dana DSP sehingga harus dimasukan dalam permohonan proposal agar bisa menggunakan dana Hibah.

Ia menjelaskan, alasan Aliansi ini terbentuk dan mengawal proses penyaluran bantuan dana Seroja karna diduga ada kejanggalan.

“Kami aliansi kawal ini bantuan dana Seroja sudah sejak awal penyaluran yang tahun 2022 hingga 2024 sudah 4 kali kami lakukan aksi”, tuturnya.

Namun ungkap koordinator aksi yang juga adalah mahasiswa aktif di sekolah tinggi ilmu hukum prof. Dr. Yohanes Usfunan,SH.,MH ini, bahwa belum ada kepastian, kapan Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang menyelesaikan penyaluran dan bertanggungjawab atas segalah dugaan kejanggalan yang terjadi.

“Hari ini ulang tahun seroja dan tadi kami juga sebelum audiens dimulai sudah mengheningkan cipta¬† seraya mengenang tragedi bencana alam pada 4 April 2021 yang lalu bersama dengan bapak bupati Kupang dan jajaran OPD yang hadir”, Jelas Melianus.

Lebih jauh mantan ketua Perhimpunan Mahasiswa Kabupaten Kupang (PERMASKKU ) periode 2021/2022 ini, makna kehadiran aliansi menggambarkan duka Cita Masyarakat terdampak bencana Seroja, sehingga harus dilihat, didengar dan dirasakan oleh Bupati Kupang Korinus Masneno dan Wakil Bupati Kupang Jerri Manafe agar bisa lebih memperhatikan air mata Masyarakat.

Selain Krans bunga, Ia tambahkan bahwa telah menyiapkan keranda mayat, yang isinya adalah mayat hati nurani pimpinan daerah, namun aliansi tidak membawanya dalam aksi yang dilakukan karena menurutnya keranda mayat hati nurani itu biar tetap berada di masyarakat sebab, duka cita yang dialami belum diberi penghiburan oleh pemerintah.

“Kami sudah siapkan juga keranda mayat harusnya hari ini kami bahwa tapi, setalah bermusyawarah, kesimpulannya masyarakat masih berduka cita jadi biar keranda mayat hati nurani itu jangan di bawa tapi disimpan sampai kapan pemerintah mampu menghibur baru kita kubur itu keranda mayat”, beber Melianus.

Terkait poin aksi menurut Melianus tidak ada perubahan dalam tuntutan karena saksi tersebut sebagai aksi lanjutan dari jilid aksi sebelumnya.

“Yah ini aksi lanjutan, sudah jilid ke 4 poin tuntutan masih sama dan bapak bupati. Serta jajarannya sudah tahu kami punya poin tuntutan jadi hari ini kami datang sekedar merayakan ulang tahun seroja dan menyampaikan ungkapan duka Cita kami.” Tandasnya.

Pantaun media ini, usai Orasi yang berlangsung di lobi Kantor Bupati Kupang, Warga dan Aliansi di berikan waktu untuk beraudiens dengan dengan Bupati Kupang.
Sehingga dari jawaban Pemerintah Kabupaten Kupang belum menuai kepastian kapan akan direalisasikan. (Boy)