Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Daerah

Dinas Pertanian Dapat Bantuan 84 Unit Pompanisasi Air Untuk Petani Sawah

279
×

Dinas Pertanian Dapat Bantuan 84 Unit Pompanisasi Air Untuk Petani Sawah

Sebarkan artikel ini

Oelamasi_KlikNTT.com- Untuk mengantisipasi kekeringan, dan gagal panen, yang menyebabkan terjadinya rawan pangan bagi Petani Sawah, Dinas Pertanian Kabupaten Kupang mendapat Bantuan 84 Unit Pompanisasi dari Kementrian Pertanian.

Demikian diuangkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kupang, Amien Djuaria melalui Kabid PSP dan Penyuluhan, Martinus Ballan kepada media ini diruang kerjanya hari Rabu, 29-05-24.

Tahun 2024 Dinas Pertanian Kabupaten dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kupang mendapat bantuan Popanisasi Air dari Kementrian Pertanian sebanyak 84 unit di lengkapi assesories yakni selang isap 6 meter, dan selang buangnya 100 meter.

Bantuan ini untuk mengantisipasi rawan pangan dengan bertujuan, menyelamatkan Tanaman-tanaman padi yang sementara mengalami kekeringan, di peruntukan untuk musim tanam 2 bagi Petani-petani sawah yang ada sumber air.

Misalnya, “Ada sumber air dari kali, sumur bor manual, atau sumur gali. Pompanisasi ini sebanyak delapan puluh empat unit, yang pertama datang itu sebanyak tujuh puluh unit, dan baru sampai di dinas empat belas unit, dan akan tamba tujuh puluh unit”, jelas Marsel sapaan akrabnya.

Lebih lanjut Ia katakan bahwa untuk Petani-petani yang belum mendapatkan bantuan ini, Dinas akan melakukan seleksi bila mana Petani yang Betul-betul mengolah lahannya untuk tanaman padi atau tidak.

Jangan sampai Dinas memberikan bantuan ini lalu Petani tidak menanam Padi, karena bantuan pompanisasi ini diperuntukan untuk tanaman padi, bukan untuk tanaman holtikultura atau tanaman-tanaman lain.

“Jadi pompanisasi ini khusus untuk padi, yang mana pompanisasi ini untuk mengantisipasi rawan pangan di kabupaten kupang”, pungkasnya.

Untuk sawah tada hujan di Kabupaten Kupang luasnya sekitar 11 ribu lebih hektar. Tetapi yang di lihat sekarang ini yakni anomali iklim. Jadi sawah-sawah yang mungkin selama ini ada air hujan, pasti tidak ada air juga.

“Jadi bagi petani yang mau bekerja, dan ada sumber air pasti dapat bantuan ini. Karena ini tahun terjadi pergeseran musim tanam. Jadi yang tanam pada bulan april itu yang perlu kita selamatkan”, bebernya.

Dirinya berharap, bagi Petani yang akan mendapatkan bantuan Pompanisasi ini agar dapat memanfaatkannya dengan baik. Sehingga para Petani bisa meningkatkan pendapatan.

“Kalau pendapatan petani sudah meningkat, pasti ada kesejahtraan petani kita di kabupaten kupang”, tutupnya. (Boy)